Minggu, 28 November 2010

PERKEMBANGAN BISNIS INDONESIA

PERKEMBANGAN BISNIS INDONESIA

Krisis ekonomi tahun 1998 telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian Indonesia. Segala sektor dari yang besar sampai sektor terkecilpun terkena imbasnya dan terancam kelangsungan hidup usahanya, bahkan para investor asing berduyun-duyun ‘lari’ mencabut bisnisnya di Indonesia.
Akibatnya terjadi banyak pengangguran di mana-mana.
Pemilu 1999 memberikan harapan baru bagi dunia bisnis di Indonesia. Iklim usaha di Indonesia berangsur-angsur pulih. Hal ini juga tidak terlepas karena stabilitas negara yang membaik sehingga gairah investasi muncul kembali. Tatanan perekonomian kembali stabil meskipun kurs rupiah sudah sangat turun dibandingkan sebelum terjadinya krisis. Daya beli masyarakat meningkat lagi dan bisnis-bisnis baru banyak bermunculan.
Di awal millennium ke-21 ini, bisnis di Indonesia tumbuh dengan pesat. Banyak pelaku-pelaku
bisnis  baru bermain di berbagai segmen pasar konsumen. Paling banyak sektor yang berkembang secara dominan adalah sektor telekomunikasi dan waralaba (franchise).
Sektor telekomunikasi bisa berkembang pesat karena kemajuan teknologi global khususnya di bidang handphone dan internet.
Bidang internet juga menunjukkan grafik kemajuan pesat. Banyak orang kini dalam berbisnis tidak bisa terpisahkan dengan dunia internet bahkan bidang usahanya adalah di dalam dunia maya internet. Hal ini otomatis memberikan peluang bisnis bagi pebisnis untuk berusaha diantaranya dalam jasa warnet.

Sektor lain yang berkembang pesat adalah sektor bisnis waralaba. Maraknya bisnis seperti ini dikarenakan masyarakat yang mempunyai dana ingin berusaha tetapi tidak susah-susah memulai dari nol. Berbisnis dengan cara ini dianggap lebih mudah dan menguntungkan.
Bisnis lain yang berkembang pesat pada periode 1999-2008 adalah bisnis properti terutama di kota-kota besar. Bisnis properti ini juga merambah kalangan menengah ke bawah yaitu bisnis perumahan.dan pendirian kios-kios murah. Masyarakat menengah ke bawah juga diberi kesempatan agar mampu mengembangkan usaha bisnisnya. Namun meliahat kenyataan yang ada di lapangan, bisnis-bisnis itu sebagian besar masih dikuasai pelaku lama. Pelaku baru memang ada, tetapi kuantitas bisnisnya cenderung stagnan.
Di dalam dunia usaha di Indonesia, jenis yang paling banyak digiatkan masyarakat adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal ini terbukti dari seluruh unit usaha di Indonesia yang mencapai 45,7 juta unit usaha (2006), 98% masyarakat bergerak dalam sektor UMKM. Sektor yang paling banyak dilirik adalah jenis usaha berdagang di pasar, warung kaki lima, usaha kerajinan dan produksi barang dalam skala kecil s.d. menengah.

SUMBER

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:2FVjO853biQJ:wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/perkembangan-bisnis-indonesia/+perkembangan+bisnis+indonesia&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id

PROSES PEMBELIAN

Dasar permintaan pemasaran dimulai dari kebutuhan dan keinginan manusia; manusia membutuhkan makanan, udara, air, dan tempat berlindung untuk bertahan hidup. Lebih dari itu manusia menginginkan rekreasi, pendidikan, dan jasa-jasa lainnya. Mereka memiliki preferensi yang kuat atas jenis dan nilai tertentu dari barang dan jasa pokok..Adalah penting untuk membedakan kebutuhan, keinginan dan permintaan.

Kebutuhan Manusia yaitu Ketidak beradaan beberapa kepuasan dasar ; Manusia membutuhkan makanan, pakaian, tempat berlindung, keamanan, hak milik dan harga diri.
Keinginan yaitu Hasrat akan pemuas kebutuhan yang spesifik, seorang yang lapar mungkin menginginkan nasi atau yang lainnya.

Pada saat ini saya membahas kebutuhan manusia yang bersifat Tersier :
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi dengan baik. Pada umumnya, pemenuhan kebutuhan tersier dilakukan oleh orang-orang yang berpenghasilan tinggi dan biasanya digunakan untuk menunjukkan status sosial. Contoh kebutuhan tersier, antara lain kebutuhan rumah mewah, perhiasan, berlian, dan mobil mewah.




seseorang jika menginginkan sesuatu mereka cenderung selektif dalam memberi barang contoh kasus adalah membeli perhiasan. Wanita akan mencari Perhiasan yang menarik untuk dipakai ataupun isi dompet mereka. biasanya wanita menggunakan perhiasan untuk acara-acara resmi seperti perkawinan bahkan hanya untuk pamer saja. pengambilan keputusan untuk membeli atau tidak tergantung pada individu masing-masing. seorang wanita jika sudah memakainya cenderung untuk koleksi pribadi.faktor yang mempengaruhi wanita untuk membeli perhiasan adalah karena konsep diri yaitu merasa cantik atau anggun dan percaya diri jika memakai perhiasan ke acara-acara tertentu.
oleh sebab itu memilih barang atau produk butuh keselektifan harga atau kecocokan pada diri.



Sumber :
Risjani, Nani dan Marsetia.Manejemen Pemasaran.Tangerang:2002
http://www.g-excess.com/id/beberapa-kebutuhan-manusia-berdasarkan-intensitas.html

PERILAKU PASAR KONSUMEN

Perilaku pasar yaitu pola kebiasaan pasar meliputi proses pengambilan keputusan serta kegiatan fisik individual/organisai terhadap produk tertentu selama periode waktu tertentu.

Pemahaman terhadap  profil dan perilaku pasar akan menjelaskan tentang :
1. Apa yang dijual
2. Apakah produk dan Jasa yang dihasilkan memberi manfaat
3. Produk dan Jasa yang paling banyak permintaanya dan ada di pasar
4. Keunggulan produk atau jasa yang dijual

Setelah itu pembeli Memutuskan untuk membeli atau menolak suatu produk. beragam motivasi membeli (Kemidahan, Status, Gaya, Keistimewaan, Pelayanan, dan lain-lain) memainkan peranan kuat pada berbagai waktu dan tempat para pelanggan sekarang memberikan bobot yang lebih besar pada kualitas dan nilai dalam membuat keputusan untuk membeli.
Pengambilan keputusan seorang dipengaruhi oleh faktor personal dan sosialnya, misalnya ; Motivasi seseorang membeli baju bermerk terkenal sebenarnya yaitu karena untukdapat diterima dalam kelompok masyarakat kalangan tertentu. Oleh karena itu perlu adanya pembentukan perilaku pembelian yang sebenarnya merupakan usaha-usaha seseorang mengatasi masalah.

SUMBER

Budiarto, Teguh.Dasar Pemasaran.Jakarta: Gunadarma,1993.
Risjiani, Nani dan Marsetia Manejemen Pemasaran.Tangerang: 2002.

Kamis, 25 November 2010

SUASANA KAMPUS " E " GUNADARMA


SUASANA KAMPUS “ E ” GUNADARMA

Suasana Kampus E sangat strategis di banding kampus yang lainnya, Seperti Kampus D yang berlokasi dekat dengan stasiun Kereta api dan mengganggu proses belajar mengajar di Kampus D, sedangkan Kampus G berlokasi di PAL.
Suasana Kampus E cukup rindang karena dikelilingi pohon dan terdapat tempat duduk dibawah pohon rindang yang terletak di halaman kampus yang digunakan jika mahasiswa menunggu teman atau hanya untuk bercada ria dengan teman sepenanggungan.
Fasilitas yang ada dikampus E yaitu tempat parkir luas, terdapat panjat tebing, mading, ruang praktikum, ruang BAPSI.
Di Kampus E paling banyak mempunyai ruang kelas dibandingkan kampus D dan G. Suasana kelasnya sangat bersih namun terdapat beberapa kelas yang panas walaupun ber-AC, khususnya dikelas aku yaitu kelas 322. selain itu Toilet yang terletak di lantai 3 untuk Wanita dan Pria dilantai 2 kekurangannya yaitu kita harus naik turun tangga jika ingin ketoilet, ada juga toilet yang terletak dilantai dasar antara gedung 4 dan 5.
Tapi kekurangan itu bisa ditutupi dengan tata letak gedung yang rapih dan bagus, serta suasana kampus yang indah dan rindang.