Senin, 12 November 2012

INEFISIENSI


Inefisiensi merupakan masalah utama bagi industri di Indonesia. Mengapa demikian karena terjadi pemborosan atau pemubaziran dalam proses produksi. Apa saja inefisiensi itu? Mari kita bahas.
Inefisiensi bisa disebut dengan pemborosan atau pemubaziran. Yang dimaksudkan pemborosan disini yaitu :

·         OVER PRODUKSI
 menghasilkan sesuatu secara berlebihan atau lebih cepat dari yang dibutuhkan pada tahap berikutnya. Misalnya,  pembuatan kemasan yang lebih cepat dari isinya sehingga kemasan menumpuk di gudang (manufaktur).

·         PERGERAKAN
Pergerakan atau perpindahan karyawan di tempat kerja yang terlalu sering dan cenderung berlebihan. Misalnya,cperpindahan karyawan untuk menata barang di gudang (manufaktur).

·         MENUNGGU
 Ketika seseorang (Karyawan) atau sesuatu menunggu dengan diam dan tidak mengerjakan aktivitas apapun. Misalnya, pemborosan jenis ini antara lain produksi berhenti karena mesin rusak (manufaktur).

·         TRANSPORTASI
 Setiap perpindahan pekerjaan atau kertas form dari satu step ke step berikutnya pada suatu proses. Misalnya, pemindahan material ke atau keluar gudang (manufaktur).

·         PROSES EKSTRA
 Melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak perlu dilakukan lagi. Misalnya, proses produksi yang tidak efisien karena alat yang sudah tidak memadai (manufaktur)

·         INVENTARIS (Inventory)
 Persediaan yang terlalu berlebihan, yang sering tejadi karena produksi yang tidak sesuai dengan permintaan daricustomer. Misalnya, menumpuknya bahan baku di gudang (manufaktur).

·         CACAT atau RUSAK
Segala bentuk kesalahan (error) atau koreksi akibat dari pekerjaan/aktivitas yang tidak dilakukan dengan baik sebelumnya. Misalnya, barang hasil produksi yang cacat (manufaktur).

Menurut Jeffery Liker  (profesor dari Universitas Michigan), pemborosan yang sering terjadi di suatu organisasi, yaitu tidak dimanfaatkannya potensi dan kemampuan karyawan. Sering kali kreativitas, ide, maupun skill karyawan tidak dapat sepenuhnya dikeluarkan untuk kepentingan organisasi.

Contoh kasus inefisiensi pada pabrik gula di Indonesia yang mengakibatkan produktivitas tidak maksimal. Ketua Ikagi, Subiyono mengemukakan, inefisiensi industri gula tidak hanya terjadi pada sisi “on farm” (budi daya), tetapi juga saat proses pengolahan di pabrik (off farm).



“Banyak bagian dari tebu yang terbuang saat proses pengolahan di pabrik gula sehingga membuat rendemen menjadi rendah dan produktivitas juga menurun. Selain itu  terjadi pada penggunaan bahan bakar yang masih tinggi padahal tebu termasuk tanaman yang punya karakteristik sebagai sumber energi. Terkait optimalisasi, ia menilai sebanyak 62 pabrik gula yang beroperasi di Indonesia saat ini seharusnya mampu mencapai produksi 2,96 juta ton atau lebih per tahun. Namun, kenyataannya produksi yang dihasilkan baru sekitar 2,3 juta ton.”

Dari penjelasan dan contoh kasus diatas dapat disimpulkan bahwa inefisiensi itu merugikan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus meminimalisir pembubaziran itu agar tingkat produksi meningkat dan mendatangkan laba bagi perusahaan. 

REFERENSI
www.deskripsi.com
www.mejakerja.com
www.lensaindonesia.com

KARIMAH PATRYANI -23210835

Tidak ada komentar:

Posting Komentar