Sabtu, 17 Desember 2011

Review Jurnal Ekonomi Koperasi

Tema :
 PENGARUH CASH POSITION, DEBT TO EQUITY 
RATIO, DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP 
DIVIDEND PAYOUT RATIO.
Judul/Pengarang : PENGARUH CASH POSITION, DEBT TO EQUITY 
RATIO, DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP 
DIVIDEND PAYOUT RATIO.
Lisa Marlina dan Clara Danica (2009).

Latar belakang masalah

Perkembangan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan banyak cara, salah satunya dengan mengetahui tingkat perkembangan dunia pasar modal dan industri-industri sekuritas pada negara tersebut. Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang dalam bentuk ekuitas dan hutang yang jatuh tempo dari lebih satu tahun. Dalam aktivitas dipasar modal, para investor memiliki harapan dari investasi yang dilakukannya, yaitu yang berupa capital gain dan dividen.
Kebijakan pembayaran dividen mempunyai pengaruh bagi pemegang saham dan perusahaan yang membayar dividen. Para pemegang saham umumnya menginginkan pembagian dividen yang relatif stabil karena hal tersebut akan mengurangi ketidakpastian akan hasil yang diharapkan dari investasi yang mereka lakukan dan juga dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap perusahaan sehingga nilai saham juga dapat meningkat.Bagi perusahaan,pilihan untuk membagikan laba dalam bentuk deviden akan mengurangi sumber dana internal nya,sebaliknya jika perusahaan menahan labanya dalam bentuk laba ditahan maka kemampuan pembentukan dana internalnya akan semakin besar yang dapat digunakan untuk membiayai aktivitas perusahaan sehingga mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap dana eksternal dan sekaligus akan memperkecil resiko perusahaan.
Kebijakan dividen perusahaan tergambar pada dividend payout rationya yaitu persentase laba yang dibagikan dalam bentuk deviden tunai,artinya besar kecilnya dividend payout ratio akan mempengaruhi keputusan investasi para pemegang saham dan disisi lain berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan.
Pertimbangan mengenai dividend payout ratio ini diduga sangat berkaitan dengan kinerja keuangan perusahaan. Bila kinerja keuangan perusahaan bagus maka perusahaan tersebut akan mampu menetapkan besarnya dividend payout ratio sesuai dengan harapan pemegang saham dan tentu saja tanpa mengabaikan kepentingan perusahaan untuk tetap sehat dan tumbuh.
Posisi kas atau likuiditas dari suatu perusahaan merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan untuk menetapkan besarnya dividen yang akan
dibayarkan kepada para pemegang saham. Oleh karena dividen merupakan cash outflow, maka makin kuatnya posisi kas atau likuiditas perusahaan berarti makin besar kemampuannya membayar dividen (Riyanto, 2001: 202).
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio hutang terhadap modal. Rasio ini mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang, dimana semakin tinggi nilai rasio ini menggambarkan gejala yang kurang baik bagi perusahaan (Sartono 2001: 66). Peningkatan hutang pada gilirannya akan mempengaruhi besar kecilnya laba bersih yang tersedia bagi para pemegang saham termasuk dividen yang diterima karena kewajiban untuk membayar hutang lebih diutamakan daripada pembagian dividen.
Return on Assets (ROA) menunjukkan kemampuan modal yang diinvestasikan dalam total aktiva untuk menghasilkan laba perusahaan. Semakin tinggi Return on Assets (ROA) maka kemungkinan pembagian dividen juga semakin banyak (Sartono, 2001).
Perusahaan yang terdaftar di BEI tidak semuanya membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya, baik itu dalam bentuk dividen tunai maupun dividen saham. Hal tersebut disebabkan oleh adanya pertimbangan-pertimbangan yang berbeda dalam membuat keputusan kebijakan dan pembayaran dividen dalam setiap perusahaan. Sektor manufaktur merupakan sektor yang paling banyak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya selama kurun periode 2004-2007 dibandingkan sektor lain yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama periode 2004-2007, ada sebanyak 24 perusahaan manufaktur yang membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya.
“Apakah Cash Position (CP), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI)?”

Metodologi : Metode Penelitian
Defenisi Operasional
Pada penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel terikat (dependen) dan variabel bebas (independen). Variabel terikat (Y) adalah Dividend Payout Ratio (DPR), sedangkan variabel bebas (X) terdiri dari Cash position (CP), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA). Variabel Independen (X):
a. Cash Position (X1)
Cash position dihitung berdasarkan perbandingan antara saldo kas akhir dengan laba bersih setelah pajak.
Rumus: laba bersih setelah pajak Cash position = Saldo kas akhir
b. Debt to Equity Ratio (X2)
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio hutang terhadap modal sendiri. Rasio ini mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh hutang dibanding dengan modal sendiri.
Rumus: total al sendiri DER total hu g
mod = tan
c. Return on Assets (X3)
Return on Assets (ROA) dihitung berdasarkan perbandingan laba bersih setelah pajak terhadap total aktiva yang dimiliki perusahaan.
Rumus: total aktiva ROA= Laba bersih setelah pajak
Variabel Dependen (Y):
Dividend Payout Ratio (Y)
Dividend payout ratio diukur dengan membandingkan dividen kas per lembar saham terhadap laba yang diperoleh per lembar saham.
Rumus: laba yang diperoleh per lembar saham
DPR= dividen kas per lembar saham
Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode Januari 2004 sampai dengan Desember 2007, yaitu sebanyak 142 perusahaan. Penarikan sampel yang dilakukan oleh penulis adalah dengan menggunakan desain sampel non probabilitas dengan metode “judgment sampling”. Judgment Sampling adalah salah satu jenis purposive sampling dimana peneliti memilih sampel berdasarkan penilaian terhadap beberapa karakteristik anggota populasi yang disesuaikan dengan maksud penelitian (Kuncoro, 2003: 119).
3 Kriteria penarikan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah sebagai berikut:
a. Emiten yang selalu listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode penelitian, yaitu 2004-2007.
b. Emiten yang memiliki data laporan keuangan yang lengkap selama periode penelitian, yaitu 2004-2007.
c. Emiten yang selalu membagikan dividen selama periode penelitian, yaitu 2004-2007.
Berdasarkan karateristik penarikan sampel, maka diperoleh sampel penelitian sebanyak 24 perusahaan.

Metode Analisis Data
a. Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis data data yang
tersedia dan diolah sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai fakta fakta dan hubungan antar fenomena yang diteliti.
b. Analisis Statistik
Model analisis yang digunakan adalah model analisis regresi linier berganda.Model ini digunakan
untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan persamaan sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Dimana:
Y = Dividend Payout Ratio (DPR)
a = Konstanta
X1 = Cash Position (CP)
X2 = Debt to Equity Ratio (DER)
X3 = Return on Assets (ROA)
b1,2,3 = Koefisien regresi variabel X1,2,3
e = error
Model regresi berganda yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi syarat asumsi klasik
yaitu uji normalitas, uji multikolonieritas, uji autokorelasi dan uji heterokedastisitas.
c. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi dapat dilihat pada nilai Adjusted R Square yang menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel independen. Semakin tinggi nilai Adjusted R Square maka berarti semakin baik model regresi yang digunakan karena menandakan bahwa kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat juga semakin besar,demikian pula apabila yang terjadi sebaliknya.
d. Pengujian Hipotesis
(1) Uji secara Simultan (Uji F) Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.
Bentuk pengujian:
H0: b1=b2=b3= 0, artinya variabel Cash Position (CP), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA) yang terdapat pada model ini secara serempak tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR).
H1: b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, artinya variabel Cash Position (CP), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA) yang terdapat pada model ini secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). Pada penelitian ini nilai Fhitung akan dibandingkan dengan Ftabel pada tingkat signifikan (α ) = 5%. Kriteria penilaian hipotesis pada uji-F ini adalah:
Terima H0 bila Fhitung ≤ Ftabel
Tolak H0 (terima H1) bila Fhitung > Ftabel
(2) Uji Secara Parsial (Uji t) Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah setiap variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.
Bentuk pengujian:
H0: b1=b2=b3= 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari Cash Position (CP), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA) secara individual terhadap Dividend Payout Ratio (DPR).
H1: b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari Cash Position (CP), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA) secara individual terhadap Dividend Payout Ratio (DPR).
Pada penelitian ini nilai thitung akan dibandingkan dengan ttabel pada tingkat signifikan (α ) = 5%. Kriteria pengambilan keputusan pada uji-t ini adalah:
H0 diterima jika : thitung ≤ ttabel
H1 diterima jika : thitung > ttabel
Hasil dan kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Variabel Cash Position (CP), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA) berdasarkan hasil uji simultan(uji statistik F) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Dividend Payout Ratio (DPR).
b. Variabel Cash Position (CP) dan Return on Assets (ROA) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Dividen Payout Ratio (DPR) sedangkan variabel bebas yang lain, yaitu Debt to Equity Ratio (DER) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Dividen Payout Ratio (DPR) berdasarkan hasil uji parsial (Uji Statistik t).
c. Nilai Adjusted R Square dalam penelitian ini adalah sebesar 0,27. Hal ini berarti 27% variasi dari Dividen Payout Ratio (DPR) dijelaskan oleh ketiga variabel bebas sedangkan sisanya 73% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar modelpenelitian.

SARAN
a. Faktor faktor yang mempengaruhi dividen payout ratio pada penelitian ini hanya terbatas pada informasi-informasi internal masing-masing perusahaan yang berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya juga menggunakan informasi eksternal perusahan yang menyangkut kondisi makro ekonomi seperti Gross Domestic Product (GDP), tingkat inflasi, suku bunga, nilai tukar dan lain lain.
b. Untuk menjaga loyalitas pemegang saham terhadap perusahan sebaiknya posisi kas dan kemampuan untuk memperoleh laba dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar kemampuanperusahaan dalam membayar dividen tetap terjaga dan tentu saja tanpa mengabaikan pengendalian terhadap resiko perusahan berupa peningkatan pemakaian dana internal dan otomatis juga terjadi peningkatan kepemilikan dari pemegang saham 
c. Pemberdayaan hutang secara optimal dan dengan pembiyaan hutang yang efisien akan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan perusahan dalam membayar dividen.


Nama Kelompok :

ANGGRAINI DESTI WULANDARI (20210848) 
KARIMAH PATRYANI (23210835)

MAY PUSPITA SARI (29210044)
NUR FADHILLAH (25210123)
RAHMI ISMAYANI (25210588)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar