Sabtu, 19 Januari 2013

BANJIR MELUMPUHKAN IBUKOTA


Hujan deras yang terus menerus mengguyur ibukota serta kiriman air dalam kepasitas besar dari Bogor dan Depok  telah melumpuhkan aktifitas warga Jakarta.



Banyak toko dan perkantoran yang masih buka, namun banjir yang melanda jalanan serta rel kereta membuat ribuan karyawan tidak bisa menjangkau tempat kerja di daerah pusat kota. Di wilayah seputar bundaran Hotel Indonesia, ketinggian air yang berwarna keruh mencapai lutut orang dewasa.

Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka sesuai jadwal, namun Direktur Perdagangan BEI Samsul Hidayat mengatakan transaksi perdagangan sesi pagi relatif sepi dengan total nilai sekitar Rp1 triliun. Biasanya, sesi pagi mencapai Rp2,3 triliun hingga Rp2,5 triliun. Kamis siang, Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,2%.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sejauh ini tak ada pembatalan penerbangan, kata Trisno Heryadi, Sekretaris Korporat PT Angkasa Pura II. “Kami telah mengantisipasi situasi ini dan bekerja sama dengan kepolisian, militer, serta Badan SAR Nasional dalam menyediakan truk, bus, dan perahu karet untuk membantu penumpang mengarungi banjir.

Jakarta rawan terjangan banjir dikarenakan banyak pembangunan yang tidak memberi tempat aliran air dan masih banyaknya budaya membuang sampah pada sungai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar